Skip to content

BERSAMA MEMBANGUN KPH, UNTUK PERBAIKAN TATA KELOLA HUTAN INDONESIA

PEMBELAJARAN PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN RENDAH EMISI BERBASIS LAHAN

February 18, 2016

LOKAKARYA NASIONAL PEMBANGUNAN RENDAH EMISI

 Kegiatan Locally Appropriate Mitigation Actions in Indonesia (LAMA-I)- CCROM-IPB, GIZ dan ICRAF

Talkshow dipandu Farhan

Talkshow dipandu Farhan

Sebagai upaya berbagi pengalaman dan pembelajaran antar daerah dengan pengambil kebijakan kunci, praktisi dan para pemangku kepentingan lainnya di dalam proses penyusunan perencanaan Pembangunan Rendah Emisi Berbasis Lahan dan mempercepat implementasi aksi-aksi Pembangunan Rendah Emisi Berbasis Lahan serta memperkuat jejaring kerja antar lembaga dalam mendukung perencanaan Pembangunan Rendah Emisi Berbasis Lahan, Locally Appropriate Mitigation Actions in Indonesia (LAMA-I) yang dilaksanakan oleh CCROM-IPB, GIZ dan ICRAF menyelenggaran Lokakarya Nasional dengan tema “Mewujudkan Sinergi Berjenjang dari Proses Pembelajaran Penyusunan Perencanaan Pembangunan Rendah Emisi Berbasis Lahan di Indonesia”. Lokakarya yang dilaksanakan selama dua hari dari tanggal 17 sd 18 Februari 2016 di Hotel Ibis Jakarta dibuka oleh Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumberdaya Alam Bappenas, Endah Murniningtyas diikuti oleh lebih kurang 100 orang peserta yang berasal dari :

  1. Tingkat pusat : Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bappenas, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pertanian
  2. Tingkat Provinsi Dinas Kehutanan, Badan LH, Dinas Perkebunan dan Bappeda
  3. Tingkat Kabupaten: Bappeda, Dinas Kehutanan, BLHD, Dinas Perkebunan
  4. Pokja 6 Kabupaten
  5. Lembaga Riset, LSM dan Mitra Read more…

STRATEGI PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN UNTUK MENDUKUNG PEMBANGUNAN RENDAH EMISI DI KABUPATEN MUSI RAWAS

May 7, 2015

oleh: Edi Cahyono (Pokja REDD+ Musi Rawas)

Konsultasi Publik: Kerjasama POKJA REDD Musi Rawas dengan LAMA-i

Bupati Musi Rawas bersama Sonya Dewi, Komisi dan Pokja

Bupati Musi Rawas bersama Sonya Dewi, Sekretaris Komisi dan Ketua Pokja

Dalam rangka berperan aktif dalam upaya penurunan emisi dari sektor berbasis lahan, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas melalui POKJA REDD+ telah melakukan perhitungan sementara emisi total Kabupaten Musi Rawas dengan menggunakan pendekatan skenario historical tahun dasar 2005-2010 yang menunjukan perkiraan emisi kumulatif 2005-2030 sekitar 10 juta ton CO2 –eq.  POKJA juga telah mengidentifikasi 17 rencana aksi penurunan emisi GRK di Kabupaten Musi Rawas dari aktivitas berbasis lahan yang dapat diusulkan. Secara garis besar seluruh  kegiatan tersebut diperkirakan akan dapat menurunkan emisi total terhadap baseline sebesar sekitar 35,2 % dari proyeksi emisi hingga tahun 2020 yang akan datang. Guna memaparkan dan mendapatkan masukan terhadap hasil penghitungan sementara tingkat acuan emisi (Reference Emission Level/REL) dan identifikasi kegiatan  penurunan emisi yang  dapat dilaksanakan di Kabupaten Musi Rawas menggunakan berbagai sumber pendanaan baik APBD, APBN, maupun sumber pendanaan yang lain, Pokja bersama LAMA-i telah menyelenggarakan konsultasi publik. Kegiatan ini diharapkan akan menjadi wahana untuk berdiskusi dan memperoleh  masukan-masukan strategis dari para pemangku kepentingan yang lebih luas sehingga dapat terbentuk kesepahaman dan komitmen bersama yang bermuara pada tercapainya partisipasi aktif dan dukungan multipihak dalam membantu  Pemerintah Daerah Kabupaten Musi Rawas dalam mewujudkan strategi tataguna lahan untuk mendukung pembangunan rendah emisi di Kabupaten Musi Rawas. Read more…

Pelatihan Geographic Information System (GIS) Untuk Pembangunan Rendah Emisi

May 3, 2015

oleh : Indra P. Bahri (KPHP Lakitan)

Pelatihan GIS

Pelatihan GIS

PALEMBANG; Menindaklanjuti hasil pertemuan dan diskusi antara Locally Appropriate Mitigation Actions in Indonesia (LAMA-i) dengan para pihak (SKPD terkait dan POKJA) di Kabupaten Banyuasin, Musi Banyuasin dan Musi Rawas terkait kebutuhan peningkatan kapasitas untuk mendukung penyusunan strategi perencanaan tataguna lahan mendukung ekonomi hijau dan rendah emisi di tiga kabupaten terpilih Propinsi Sumatera Selatan, International Centre Research for Agroforestry (ICRAF) yang juga dikenal dengan World Agroforestry Center bersama-sama dengan Deutsche Gesellschaft fuer Internationale Zusammenarbeit (GIZ), dan Center for Climate Risk and Opportunity Management (CCROM) mengundang para pihak (SKPD terkait dan tim pokja) untuk mengikuti pelatihan Geographic Information System (GIS) untuk Pembangunan Rendah Emisi yang diselenggarakan selama 4 hari dari tanggal 27 – 30 April 2015 di Palembang.

Peserta pelatihan ini berjumlah 55 orang, dengan komposisi peserta sebagai berikut:

  • Anggota Pokja Perencanaan Tataguna Lahan untuk Mendukung Pembangunan Rendah Emisi Kabupaten Banyuasin sejumlah 28 orang
  • Anggota Pokja Kabupaten Musi Banyuasin sejumlah 10 orang
  • Anggota Pokja Kabupaten Musi Rawas sejumlah 12 orang
  • SKPD Propinsi sebanyak 5 orang

Read more…

POKJA REDD+ MUSI RAWAS BERSAMA LAMA-i MENYELENGGARAKAN FGD STRATEGI PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN UNTUK MENDUKUNG PEMBANGUNAN RENDAH EMISI DI KABUPATEN MUSI RAWAS

March 29, 2015

oleh: Edi Cahyono

Kepala Bappeda didampingi Ketua POKJA dan Sekretaris Bappeda

Kepala Bappeda didampingi Ketua POKJA dan Sekretaris Bappeda

MusiRawas; Tim Koordinasi Kegiatan REDD+ Kabupaten Musi Rawas yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Bupati Musi Rawas Nomor: 605/Kpts/BAPPEDA/2014 tanggal 16 September 2014 melalui Tim Teknis Pokja didampingi oleh Tim LAMA-i yang terdiri dari ICRAF, CCROM-IPB dan GIZ telah menyusun Dokumen Strategi Perencanaan Tata Guna Lahan untuk Mendukung Pembangunan Rendah Emisi di Kabupaten Musi Rawas. Penyusunan dokumen perencanaan tersebut setelah Tim Teknis dilatih dan didampingi pengolahan data berbasis penggunaan lahan dengan menggunakan metode Land use Planning for Multiple Environmental Services (LUMENS) serta pelatihan penghitungan karbon melalui Pelatihan Terestial Carbon Acounting (TCA).

Guna mendapatkan masukan dan informasi tambahan untuk penyempurnaan dokumen yang telah disusun, POKJA REDD+ Musi Rawas yang difasilitasi LAMA-i menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan di Ruang Rapat Bappeda Musi Rawas, Kamis, 26 Maret 2015.  FGD yang dipimpin langsung oleh Kepala Bappeda Musi Rawas selaku Ketua Tim Koordinasi REDD+ Musi Rawas (Ir.H.Suharto,MM). Dalam kata pengantar FGD, Suharto menyampaikan bahwa selaku Ketua Tim terus mengajak kepada SKPD terkait untuk dapat berperan aktif dalam program REDD+ di Kabupaten Musi Rawas lebih khusus SKPD berbasis lahan serta mendukung kerja sama program LAMA-i dan segera dituangkan dalam MoU antara Pemerintah Daerah Musi Rawas dengan perwakilan LAMA-i.  Read more…

BIOCLIME-GIZ BERSAMA KPHP LAKITAN MENYELENGGARAKAN ToT HHBK-MARKET ANALYSIS AND DEVELOPMENT (MA & D)

March 22, 2015

oleh: Edi Cahyono

Pembukaan

Pembukaan

LUBUKLINGGAU; Berdasarkan hasil peneliitian (Litbanghut, 2010) bahwa hasil hutan kayu dari ekosistem hutan hanya sebesar 10 % sedangkan sekitar 90% hasil lain berupa hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang sejauh ini belum dikelola dan dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Demikian juga potensi HHBK yang ada di wilayah KPH, sampai saat ini belum optimal digali sehingga bisa dikembangkan sebagai potensi unggulan bahkan usaha bisnis utama KPH,sehingga KPH bisa untung dan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

Wilayah KPH dengan segala potensi yang dimiliki diharapkan dapat menjalin kemitraan antara masyarakat dan KPH dalam rangka mengusahakan potensi HHBK.  Namun demikian, KPH sebagai institusi di tingkat tapak dengan segala keterbatasannya dituntut segera beroperasi dan mampu mengembangkan potensinya.

BIOCLIME-GIZ dengan salah satu work plan (WP5), “Mengidentifikasi dan mengembangkan berbagai sumber pendapatan alternatif untuk masyarakat pedesaan yang tinggal di dalam dan di sekitar daerah yang dilindungi”, pendekatan yang dilakukan BIOCLIME melalui kegiatan CBFM & Agroforestry.  Untuk mencapai tujuan dan sasaran kegiatan CBFM & Agroforestry tersebut, adalah dengan mendukung pengembangan kapasitas untuk menciptakan Unit Usaha Skala Kecil untuk produk dari pohon dan hutan (smallscale tree and forest product enterprises). Program ini mendukung pembangunan kapasitas berbisnis melalui pelatihan–aksi dengan menggunakan kerangka kerja Market Analysis and Development (MA&D) melalui Pelatihan untuk calon fasilitator HHBK di masing-masing KPH dalam wadah Forum KPH Sumsel. Read more…

PENDAMPINGAN TIM TEKNIS PENYUSUNAN PERENCANAAN PENGGUNAAN LAHAN UNTUK MENDUKUNG PEMBANGUNAN RENDAH EMISI DI KABUPATEN MUSI RAWAS

February 7, 2015

Oleh: Edi Cahyono

Pembukaan

Pembukaan oleh Sekretaris Tim Koordinasi REDD+

LUBUKLINGGAU; Sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2011, masing-masing provinsi berkewajiban menyusun Rencana Aksi Daerah penurunan emisi Gas Rumah Kaca (RAN-GRK). Provinsi Sumatera Selatan telah menindaklanjuti dengan menyusun RAD-GRK berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 34 tahun 2012 tentang RAD Penurunan Emisi GRK dan Penyusunan Strategi dan Rencana Aksi Provinsi (SRAP).  Memperhatian hal tersebut, saat ini upaya penyusunan strategi pembangunan rendah emisi masih lebih banyak dilakukan ditingkat provinsi sehingga diperlukan upaya terobosan baru untuk melibatkan kabupaten dalam penyusunan strategi pembangunan rendah emisi.  Namun demikian, dengan keterbatasan sumber daya manusia (SDM) di tingkat kabupaten, khususnya kapasitas dalam pengetahuan tentang perubahan iklim, sehingga diperlukan peningkatan kapasitas pemangku kepentingan.

Kegiatan Locally Appropriate Mitigation Actions in Indonesia (LAMA-i)  yang diinisiasi oleh ICRAF bekerjasama dengan Deutsche Gesellschaft fur internationale Zusammenarbeit  (GIZ), Center for Climate Risk and Opportunity Management in Southeast Asia and Pacific, Bogor Agriculture University (CCROM-IPB), salah satu komponen kegiatan adalah peningkatan kapasitas daerah dalam upaya ikut berperan dalam mendukung upaya pemerintah dalam pembangunan rendah emisi.  Sebagai langkah awal telah dilaksanakan pelatihan teknis penggunaan metode LUMENS dan lanjutan yang diikuti oleh sebagian anggota Kelompok Kerja REDD+ Kabupaten Musi Rawas yang disiapkan sebagai Tim Teknis dalam penyusunan dokumen Strategi Perencanaan Penggunaan Lahan untuk Mendukung Pembangunan Rendah Emisi di Kabupaten Musi Rawas. Read more…

LOKAKARYA EVALUASI KINERJA PROYEK BIOCLIME TAHUN 2014 & PENYUSUNAN RENJA 2015

January 9, 2015

Oleh : Edi Cahyono (KPHP Lakitan)

Direktur Program

Sambutan Direktur Program

PALEMBANG; BIOCLIME merupakan salah satu program kegiatan yang bertujuan untuk mendukung kegiatan pemeliharaan keanekaragaman hayati dan kapasitas penyerapan karbon ekosistem hutan bernilai tinggi di Provinsi Sumatera Selatan, sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian target mitigasi perubahan iklim Indonesia. Proyek ini merupakan kerjasama kemitraan antara Pemerintah Indonesia dan Jerman yang didanai oleh Kementerian Lingkungan, Konservasi Alam dan Keamanan Nuklir (BMU) Jerman. Pelaksanaan kegiatan proyek di 4 kabupaten terpilih yaitu Kabupaten Banyuasin, Musi Banyuasin, Musi Rawas, dan Musi Rawas Utara.

Terdapat 5 paket kegiatan dalam Project BIOCLIME yaitu :

  1. Tersedianya baseline data terkait perlindungan dan pengelolaan berkelanjutan area yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi, serta pengukuran pencegahan deforestasi dan degradasi hutan.
  2. Merancang proses perencanaan dan pengambilan keputusan terkait dengan penetapan dan pengelolaan kawasan yang dilindungi dirancang secara transparan dan partisipatif.
  3. Memperkuat kapasitas instansi Pemda dan masyarakat desa (pemangku kepentingan terkait) untuk pelaksanaan konsep-konsep perlindungan dan pengelolaan partisipatif terpadu.
  4. Mengembangkan dan Menerapkan menerapkan suatu sistem terpadu untuk pengukuran, pelaporan dan verifikasi yang mempertimbangkan berbagai karakteristika khusus dari ekosistem yang disebutkan di atas sebagai kontribusi untuk Sistem MRV Nasional.
  5. Mengidentifikasi dan mengembangkan berbagai sumber pendapatan alternatif untuk masyarakat pedesaan yang tinggal di dalam dan di sekitar daerah yang dilindungi.

Read more…

PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGELOLAAN KONSERVASI SUMBERDAYA ALAM HAYATI & EKOSISTEMNYA SECARA PARTISIPATIF

December 6, 2014

Oleh : Edi Cahyono dan Nia Kurniasih (KPHP Lakitan)

Pembukaan oleh Asisten Ekbang

Pembukaan oleh Asisten Ekbang

Lubuk Linggau. Dalam rangka memfasilitasi penguatan kapasitas berbagai pihak agar memiliki pengetahuan, komitmen, kepedulian, dan mampu mengimplementasikan dasar-dasar pengelolaan ekosistem hutan dan konservasi sumberdaya alam hayati di lingkungan kehidupan tempat bekerja dan bermukim, Bioclime-GIZ melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pengelolaan Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya Secara Partisipatif.  Kegiatan yang difasilitasi  Bioclime-GIZ bekerja sama dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan Bogor, dilaksanakan dari tanggal 2 sampai dengan 6 Desember 2014 di Hotel Hakmaz Taba, Lubuk Linggau-Sumatera Selatan diikuti oleh instansi Pemerintah Daerah baik dari Kabupaten Musi Rawas maupun Musi Rawas Utara, Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), KPHP Lakitan, KPHP Rawas dan KPHP Benakat, akademisi perguruan tinggi dari UNMURA, LSM, swasta dan masyarakat Desa Karang Panggung sebagai pilot project. Pendidikan dan Pelatihan dibuka oleh Bupati Musi Rawas yang diwakili oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Syaiful Anwar Ibna). Dalam kata sambutannya, Bupati Musi Rawas menyampaikan apresiasi kepada pihak Bioclime-GIZ dan Pusdiklat Kehutanan yang bekerja sama sehingga pelatihan dapat terlaksana sebagai upaya dukungan untuk berkontribusi dalam pembangunan kehutanan di wilayah Sumatera Selatan. Read more…

PENCANANGAN HARI MENANAM POHON INDONESIA (HMPI) dan SOSIALISASI FORUM DAS DI KABUPATEN MUSI RAWAS – SUMSEL

November 30, 2014

Oleh Edi Cahyono dan Agus Setiawan (KPHP Lakitan)

Lakitan's Crew

Lakitan’s Crew

Musi Rawas. Presiden Republik Indonesia telah berkomitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 26% dengan upaya sendiri atau sampai 41% dengan dukungan internasional pada tahun 2020 dalam rangka mitigasi perubahan iklim global. Salah satu upaya yang diperlukan adalalah penanaman dan pemeliharaan pohon yang dilakukan secara masal oleh setiap komponen bangsa. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam sambutannya pada Acara Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) Tahun 2014 yang dalam hal ini dibacakan oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan  “Peringatan ini bertujuan untuk lebih membangkitkan semangat, motivasi, dan membudayakan seluruh masyarakat Indonesia untuk menanam dan memelihara pohon dalam rangka membangun ekosistem hutan melalui rehabilitasi dan lahan di seluruh Indonesia”. Harapannya melalui semangat gotong royong dalam Gerakan Penanaman dan Pemeliharaan Pohon akan terbentuk ekosistem di sekitar kita yang pada akhirnya sektor lingkungan dan kehutanan dapat memberikan kontribusi pada perwujudan visi dan misi Kabinet Kerja 2014-2019. Read more…

PEMBENTUKAN FORUM KPH SUMSEL DAN COACHING CLINIC “ONE KPH ONE ACTIVITY”

November 12, 2014

Oleh : Edi Cahyono dan Nia Kurniasih (KPHP Lakitan)

Peserta

Peserta

Pangkal Pinang. Masih dalam upaya perwujudan salah satu rencana strategis proyek Bioclime yakni penguatan kapasitas instansi Pemerintah Daerah, instansi-instansi lain yang terkait dan masyarakat desa dalam pengelolaan ekosistem hutan secara partisipatif melalui fokus pembangunan dan pengembangan KPH, maka disepakatai pembentukan Forum KPH Sumsel dalam rapat dan diskusi pada 17 Oktober 2014 di Kantor GIZ Bioclime-Palembang. Kesepakatan tersebut kembali ditindaklanjuti pihak GIZ-Bioclime yang dikemas dalam acara Pembentukan Forum KPH Sumsel dan Coaching Clinic “One KPH One Activitydi Hotel Novotel Pangkal Pinang-Bangka pada 9-10 November 2014. Acara yang dibuka secara resmi oleh Agus Sulistiyanto (National Coordinator proyek Bioclime), dilanjutkan dengan pembahasan tuntas mengenai pembentukan Forum KPH Sumsel yang difasilitasi oleh Haryanto R. Putro (Fakultas Kehutanan-IPB), Yayan Ruchyansyah (Ketua Regional I Asosiasi KPH), dan Madani Mukarom (Ketua Asosiasi KPH). Dalam kesempatan tersebut, Haryanto R. Putro menyampaikan  beberapa kiat untuk membangun forum yang baik, yaitu: Read more…